Di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73 ini ada tanya yang mengganjal; Apakah seorang nasionalis itu tidak religius? apakah seorang religius sudah pasti tidak nasionalis?

Di negara yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa ini idealnya nasionalis dan religius bukan suatu dikotomi, namun realitas sosial-politik menjadikan nasionalis-religius menjadi sebuah komoditi yang sulit dihindari.
Politik identitas berbasis agama yang sudah terbukti mengoyak kesatuan bangsa memang tidak mungkin diredam dengan kekerasan karena itu adalah pupuk yang malah menyuburkannya.
Strategi kultural yang memadukan narasi kebangsaan dan keagamaan diharapkan dapat menjaga keutuhan negeri hingga seribu tahun lagi.
#Merdeka
#DirgahayuIndonesia

Iklan

Bulan memerah bak berdarah sepanjang 6181 detik.  Cahaya dramatis memenuhi legamnya langit.  Buat apa kupajang ia hanya di langit ku sendiri?

Bermain gitar klasik (walau yang dimainkan karya zaman barok, romantik atau kontemporer) itu sungguh sulit.

Tetapi lebih sulit menemukan orang yang mau mendengarkannya. Padahal dibanding karya untuk piano atau biola maka durasi komposisi untuk gitar relatif lebih singkat durasinya.

Contohnya karya Francisco Tarrega berikut ini, yang diinspirasikan dari perjalanannya ke Granada dimana ia banyak mendengar struktur ritmis dan melodis Arab dan digubah dalam Capricho Arabe (dalam sebuah buku partitur gitar tertulis Caprichio Arabe).