Dee

Pertama kali mendengar lagu ini saya terkesan dengan melodi dan tehnik pengolahannya. Begitu impresif. Tadinya saya mengira judulnya mencomot dari tangga nada yang digunakan. Tetapi setelah mencari tahu saya malah semakin terkesan.

Dee adalah lagu berdurasi 51 detik yang diciptakan oleh Randy Rhoads (1956-1982), gitaris Quiet Riot dan Ozzy Osbourne, dan dimasukkan ke dalam album Blizzard of Ozz yang dirilis pada 1981. Ozzy mengatakan bahwa jika Randy menginginkan lagu itu masuk ke dalam album maka itulah yang terjadi. Suatu bentuk kepercayaan yang tinggi dari Ozzy terhadap Randy.

Judul lagu ini diambil dari nama gadis ibu Randy, Delores (meninggal tahun 2015), yang menjadi orang yang berperan penting terhadap kecintaan Randy dengan musik. Dee, atau Delores, adalah guru musik pertamanya dan yang membelikan gitar saat Randy masih anak-anak. Maka wajar saja jika tehnik pengolahan melodi pada Dee memiliki ciri-ciri musik klasik, walaupun ada bagian yang Randy sebut berbau jazz pula. Dee menjadi semacam rekam jejak pengaruh musik yang membuat Randy Rhoads menjadi gitaris.

Tetapi yang terutama, Dee adalah monumen cinta Randy Rhoads kepada ibunya, Delores.

Pariwara buku Tiit...Tiit
Pariwara

FYI WFH

Sejak WHO mengumumkan status pandemi global Covid-19 maka banyak negara dengan jumlah penderita yang tinggi mulai mengunci pintunya demi mencegah penyebaran yang kian meluas.
Implikasinya adalah banyak pekerja, pelajar dan aktivitas harus diliburkan agar tidak terjadi pengumpulan massa. Bila pelajar hingga mahasiswa bisa dipindahkan belajarnya ke rumah, dan aktivitas seni budaya, olahraga serta keagamaan juga tak menjadi masalah di tunda namun tidak mungkin semua pekerja harus berlibur, seperti tenaga medis dan aparat keamanan contohnya. Setidaknya dengan begitu maka kuantitas orang yang hilir mudik di jalan dan transportasi publik bisa ditekan.
Lalu bagaimana pekerja bisa menyikapi situasi baru; bekerja dari rumah?
Work From Home atau biasa disingkat WFH sebenarnya biasa dilakukan oleh para enterpreneur. Untuk meminimalisir pengeluaran akan pengadaan atau penyewaan kantor maka banyak yang memanfaatkan rumahnya sebagai kantor. Jenis pekerjaan yang biasa menggunakan metode ini misalnya penulis, desainer web, notaris, pemusik, kartunis dan lain-lain. Bagi mereka yang terbiasa bekerja dari rumah ini maka disiplin akan alokasi waktu menjadi penting agar keseimbangan antara bekerja dan kehidupan di rumah dan sosial bisa terjaga tidak tumpang tindih.
Namun bagaimana dengan pekerja yang terbiasa melakukan pekerjaannya di kantor?
Untuk itu ada beberapa informasi di bawah ini yang bisa dimanfaatkan agar tidak mengalami kejenuhan.

WFH pop art
WFH PopArt
  1. Disiplin waktu.
    Hal ini penting diterapkan secara ketat agar kehidupan sosial dan pekerjaan anda bisa berimbang. Jika memang waktunya harus berhenti, maka berhentilah sebab bila dahulu anda pernah mendengar istilah untuk tidak membawa pekerjaan ke rumah maka bila bekerja di rumah direvisi menjadi tidak membawa pekerjaan di saat bersosialisasi atau bersama keluarga. Lagi pula dengan himbauan untuk tidak keluar rumah bila tidak perlu maka tidak banyak pula orang di luar rumah maka anda bisa lebih memiliki waktu bersama keluarga dan saat itu berhentilah memikirkan pekerjaan.
  2. Manfaatkan teknologi.
    Revolusi teknologi informasi melipat dunia dalam genggaman dan anda tidak perlu harus mendatangi seseorang untuk berbicara karena bisa melalui mediasi telepon seluler. Namun anda juga harus memahami bahwa bukan hanya anda yang bekerja dari rumah melainkan orang lain juga dan akibatnya trafik telekomunikasi akan meningkat baik untuk data internet maupun telepon karena itu harap membatasi diri bicara seperlunya atau bila mengakses internet juga tidak perlu berlama-lama. Beberapa profesi semisal guru yoga juga sudah menggunakan aplikasi Instagram untuk tetap mengajarkan yoga bagi muridnya, tetapi tentu akan lebih baik bila durasi tayangan langsung tidak simultan dan berdurasi panjang sebab aplikasi Instagram sebenarnya dirancang untuk selaras dengan pola komunikasi a la generasi Z yang tidak ingin berlama-lama namun sering. Jika dipaksakan berdurasi misalnya 1 jam maka jumlah mereka yang menyimak biasanya akan turun grafiknya sesudah 10 menit walau tergantikan dengan penyimak baru di menit-menit berikutnya namun dengan fluktuasi tersebut maka efektivitas dari apa yang sedang diajarkan bisa tidak optimal. Mengapa tidak memecah durasi menjadi 10 menit per sesi agar intensitas pemirsa bisa terjaga? Disamping itu faktor kualitas jaringan yang tidak merata antar penyedia jasa telekomunikasi dan juga harga maka membuat durasi panjang menimbulkan biaya tinggi dengan kualitas yang tidak prima. Lagi pula penyedia jasa telekomunikasi tidak ada yang mau memberi potongan harga dan meningkatkan kualitas jaringan sementara laba terus brtumbuh dan kian bertambah di era WFH ini. Karena itu manfaatkan teknologi dengan cerdas, efektif, efisien dan empati.
  3. Rajinlah bergerak.
    Dengan bekerja di rumah bukan berarti anda bebas melakukan pekerjaan sesuka hati dan malah membuat tubuh anda tidak bergerak. Jangan lakukan pekerjaan sambil merebahkan diri di sofa karena posisi demikian akan membuat tubuh santai dan anda bisa tertidur dan melupakan pekerjaan anda. Rajinlah bergerak bila dirasa sudah terlalu lama menghadapi komputer atau benda kerja lainnya. Dengan bergerak meregangkan tubuh maka dapat membuka aliran darah anda tetap lancar dan menambah konsentrasi.
  4. Jangan lupakan keluarga.
    Kadangkala disaat terlalu fokus dengan pekerjaan maka bila ada interupsi dari anggota keluarga bisa dianggap gangguan, padahal ini penting untuk direspon agar anggota keluarga tidak merasa diabaikan oleh anda. Kelompok usia anak-anak atau orangtua biasanya yang perlu diberi perhatian oleh anda. Pekerjaan memang penting tetapi jangan lupakan keluarga karena walau disiplin waktu harus ketat tetapi fleksibilitas juga vital.
  5. Sanitasi alat-alat kerja.
    Kebersihan dari perangkat kerja juga penting untuk diperhatikan. Telepon seluler itu rentan dengan kotoran yang mikro, begitupun keyboard komputer. Sebaiknya anda rutin membersihkan perangkat kerja anda apalagi jika ternyata perangkat tersebut dibawa dari kantor atau digunakan bersama orang lain. Dengan menjaga kebersihannya tidak hanya jaminan untuk kesehatan anda namun juga menambah indah tampilan perangkat anda sebab debu atau kotoran mikro lainnya seringkali mengubah perangkat menjadi terlihat kotor.
  6. Sanitasi juga diri anda.
    Gerakan mencuci tangan berguna untuk mensterilisasi tangan kita dari kotoran, bakteri atau virus yang bila tidak dilakukan akan menempel pada perangkat anda dan berpotensi membahayakan kesehatan anda dan keluarga. Karena itu biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja dengan sabun di bawah air yang mengalir.
  7. Konsentrasi.
    Kemajuan zaman membawa dampak yang baik namun juga menimbulkan potensi susah berkonsentrasi. Hal itu terjadi karena kebanyakan orang dibiasakan dan terbiasa dengan melakukan banyak hal dalam satu rentang waktu secara simultan dan itu memecah fokus anda. Padahal konsentrasi itu dibutuhkan untuk mengoptimalkan pikiran dan target yang ingin dicapai. Dalam teater, setiap aktor diwajibkan untuk melatih konsentrasinya sebelum berlatih. Bentuk latihannya adalah dengan memposisikan tubuh dalam keadaan bersila, kedua tangan bisa memegang lutut atau menekan jempol dengan jari tengah, tegakkan tubuh, tutup kedua mata dan mulailah fokus pada setiap napas yang anda hirup dan keluarkan. Walau mata anda terpejam dan pikiran anda terfokus pada pernapasan namun biarkan telinga meresepsi segala bunyi yang terdengar. Lakukan ini setidaknya 10 menit dan daya konsentrasi anda akan bertambah setiap kali melatihnya.
Tiit...Tiit
Pariwara

Demikian informasi seputar bagaimana menghadapi situasi bekerja dari rumah bagi anda yang terbiasa bekerja di kantor. Semoga saja pandemi global ini bisa berlalu dan aktivitas kita bisa berjalan seperti yang lalu-lalu namun dengan kesadaran akan kebersihan dan juga kesehatan yang lebih berfaedah dari yang sudah-sudah.