Posted on

CHANG CHI-MAN

Sebelas  orang berselempangkan AK-47 naik dari buritan kapal, mereka lantas menyebar sambil menodongkan senapan ke arah para ABK yang sudah terduduk pasrah.  Kapal ini berbendera Australia dengan awaknya yang berasal dari berbagai negara, ketika dibajak sedang mengangkut 56.789 ton batubara dari Pelabuhan Tarakan menuju Pelabuhan Yokohama. Di tengah perjalanan rupanya kawanan perompak Lanun Majenun sudah mengintainya dan membajaknya di tengah perairan internasional. Peristiwa ini bukan yang pertama bagi kelompok Lanun Majenun, mereka merompak untuk mendanai perjuangan membentuk negara sendiri di pulau Majenun. Modus operasi mereka biasanya menjual barang bawaan kapal dan menyandera para awak demi uang tebusan yang besarannya tidak bisa ditawar. Uang yang mereka terima dari penjualan di pasar gelap dan tebusan para sandera setelah dipotong merata untuk biaya operasional akan dibelikan persenjataan mutakhir juga dari pasar gelap. Kali ini kapal Australia yang menjadi korban, dan kesebelas orang dengan senapan AK-47 ini segera memindahkan para ABK ke kapal kecil mereka untuk dibawa ke pulau Majenun, tanah air Lanun Majenun. Tinggallah 5 orang dari perompak ini yang bertugas menjaga kapal sambil menghubungi pembeli batubara di tengah lautan. Sayangnya, komunikasi mereka tersadap oleh agen rahasia dan akibatnya dalam hitungan sepuluh menit saja, sebenarnya  9 menit 21 detik namun dibulatkan ke atas,  kelima perompak ini dikagetkan oleh sesuatu yang muncul dari laut di muka kapal secara tiba-tiba. Belum habis rasa kaget itu, mereka dikejutkan lagi oleh sengatan listrik yang mengenai tangan dan kaki mereka secara bergantian. Dampaknya senapan yang digenggam pun terlempar ke bawah dan kelima perompak tersebut jatuh pingsan seketika. Sesuatu yang muncul dari laut dan menembakkan arus listrik ke arah para perompak itu adalah Chang Chi-Man. Robot super berbaju baja dengan perlengkapan canggih dan ketangkasan yang tiada lawan. Chang Chi-Man mengontak Pusat Kontrol dan melaporkan kondisi kapal beserta batubaranya aman. Sesudahnya ia mendapat koordinat baru untuk dituju, ke lokasi para sandera dibawa dan kemudian ia pun mengubah sebagian kakinya menjadi semacam papan ski dengan mesin pendorong bertenaga jet. Dalam hitungan menit, detilnya dua menit 19 detik, Chang Chi-Man sudah menyusul perahu pembawa sandera, terjadi kontak senjata antara perompak dengan Chang Chi-Man namun kesemua peluru yang ditembakkan tidak menembus kulitnya. Keenam perompak itu berusaha menjadikan para sandera sebagai tameng, namun upaya mereka kalah cepat dari aksi Chang Chi-Man yang tiba-tiba saja sudah di tepi perahu dan kembali menembakkan arus listrik kepada para perompak yang sudah diidentifikasi olehnya sejak kontak senjata tadi. Semua perompak menggelepar pingsan dan menyisakan para sandera yang sedari tadi menunduk sambil menutup kepala mereka dengan kedua tangan.  Tepat jam 1 siang operasi pembebasan kapal berbendera Australia dari pembajakan kelompok Lanun Majenun telah berakhir dengan tingkat keberhasilan 100% dan tanpa korban satu pun dari semua pihak. Para sandera dipisahkan dari perompak dan mereka diamankan oleh pasukan Australia yang memang sudah bersiaga di perbatasan. Para perompak ditangkap dan diadili di Mahkamah Internasional.

 

Keberhasilan Chang Chi-Man dalam waktu satu jam kemudian sudah diberitakan di media massa. Semua stasiun tv berita dunia mengirim jurnalis terbaiknya ke perairan di dekat lokasi perompakan, begitu pula pewarta foto dari berbagai negara ramai-ramai ikut menumpang kapal militer Australia yang bersedia mengantarkan mereka mendekati kapal yang dibajak untuk mendapat foto yang eksklusif. Judul beritanya hampir senada, berupa puja-puji bagi Chang Chi-Man. Nyaris tak ada media arus utama yang mendapati setitik pun cela dari operasi pembebasan ini. Chang Chi-Man menjadi kesayangan media. Kecuali bagi media-media perlawanan anonim yang memang sedari dulu tidak setuju dengan sikap redaksi media arus utama.

 

Chang Chi-Man adalah sebuah prototipe dari investasi besar untuk keamanan dunia. Ia diciptakan dari tubuh manusia yang diisi dan dilapisi dengan teknologi pertahanan dan persenjataan mutakhir.  Dimodali oleh konsorsium multinasional dan dilandasi oleh kekhawatiran kian maraknya tindak terorisme  yang menyasar kepentingan-kepentingan ekonomi dan berimbas kepada krisis global maka diciptakanlah Chang Chi-Man. Tugasnya menjamin keamanan dunia. Ya di dunia. Karena aparat polisi atau tentara seringkali tidak bisa bertindak cepat karena kendala prosedural teritorial, maka dicapailah kesepakatan bahwa Chang Chi-Man dapat beroperasi di wilayah mereka guna menjamin keamanan tanpa izin apa pun sepanjang Chang Chi-Man lewat Pusat Kontrol selalu melaporkan keberadaannya di negara yang didatanginya. Luar biasa.

 

Tugas mulia dan privilese yang diterima Chang Chi-Man ini memang sebanding. Robot pahlawan super ini memang tak ada duanya. Padahal, dulunya ia adalah seorang kuli pasar yang suka berkelahi. Pernama, ini bukan salah tulis tapi memang namanya Pernama dan bukan Purnama atau Permana, adalah sosok yang ditakuti oleh warga sekitarnya. Tidak hanya karena tubuhnya yang kekar, tetapi juga karena kemahirannya berkelahi. Ia ditakuti sekaligus disegani.  Banyak remaja-remaja mengagumi Pernama karena ia juga mengajarkan seni bela diri tanpa meminta bayaran. Ia ditakuti oleh preman jalanan hingga ormas paramiliter karena pembelaannya terhadap pedagang pasar yang sering dimintai uang ini-itu setiap hari. Tak terhitung lagi mereka yang sudah merasakan pukulannya dan kemudian mengumpulkan dendam hari demi hari. Sampai pada suatu ketika, para preman jalanan ini bersekutu dengan ormas paramiliter menjalankan strategi mengakhiri Pernama. Mereka menculik Pernama disaat ia tertidur lelap dan memukulinya bertubi-tubi dengan benda apa pun yang di dekatnya. Pernama tewas dan mayatnya dibuang ke pinggir jurang, preman jalanan serta ormas berpesta. Warga bertanya-tanya akan hilangnya Pernama. Mereka tidak tahu mencari kemana. Setelah tiga hari, bau mayat melesat ke atas jurang dan seorang supir truk yang sedang kencing mencium bau itu dan menemukannya. Ia melapor ke polisi dan kemudian paramedis berdatangan mengambil mayat Pernama yang tidak dikenali itu untuk dibawa ke rumah sakit.

 

Di rumah sakitlah, mayatnya ditemukan oleh tim ekspedisi yang ditugaskan untuk mencari tubuh yang cocok untuk menjadi bagian dari proyek yang dikerjakan. Statusnya sebagai mayat yang tak dikenal dan tidak ada keluarga yang mengambil  juga menjadi salah satu faktor penting dalam pemilihan itu. Mereka mengotopsi mayat Pernama dan menemukan bahwa struktur ototnya bagus, jantungnya sehat, dan memiliki bentuk fisik yang proporsional. Tim tersebut membawa mayat Pernama yang dilabeli sebagai Mr.X itu ke laboratorium mereka di Haifa. Mereka membedah tubuhnya dan memasangkan beragam jaringan elektronis menggantikan urat-urat syaraf lama. Mereka juga mengenakan baju baja yang bisa berubah bentuk sesuai kebutuhan. Mirip dengan Iron Man, bedanya yang ini permanen. Mereka telah menjadi tuhan, menghidupkan kembali Pernama dalam bentuk baru: Chang Chi-Man. Namanya diambil dari nama konsorsium yang memodali proyek ini. Komposisi kepemilikannya adalah  27,71% Chang Chi Corp dari Tiongkok, 21,9% Al Eldul Oil dari Arab Saudi, 19,77% West e-West Ltd dari Amerika Serikat, 17,71% Beth Shame Bank milik Israel dan sisanya 12,91% dimiliki Rostograd Akademiya dari Rusia. Dengan modal finansial dari multinasional inilah proyek keamanan dunia didanai.

kerangka cerpen Chang Chi-Man

                             Kerangka Cerpen Chang Chi-Man

Lima bulan lamanya mayat Pernama yang bermetamorfosa menjadi Chang Chi-Man dilatih oleh instruktur-instruktur multi-disiplin yang terbaik dari penjuru dunia.  Karena struktur tubuhnya yang sudah terlatih maka tidaklah sukar bagi para pelatih itu untuk mengajarkan tehnik bela diri. Kendala hanya pada mengadaptasi baju baja dan penerapannya untuk berbagai situasi.  Karena Chang Chi-Man sejatinya adalah robot yang memakai wadah tubuh manusia maka perasaan dan logikanya diganti menjadi memori yang mekanis.

 

Pada bulan ke-tujuh Chang Chi-Man diuji cobakan terjun ke lapangan, dengan misi menangkap seorang dari etnis Uighur yang hendak meledakkan diri di lapangan Tiananmen. Misi berhasil, tersangka teroris dilumpuhkan dan bom yang berada di rompinya berhasil dijinakkan. Media tidak mengetahui, selain karena restriksi berita yang menjadi kewenangan pemerintah Tiongkok namun juga karena  ini adalah medan uji coba yang tidak perlu diketahui publik. Begitupun misi berikutnya, menangkap penjual senjata dari Rusia yang hendak bertransaksi dengan pembelinya di Palmyra. Dilanjutkan misi demi misinya di berbagai lokasi dunia sengaja dirahasiakan dari publik dikarenakan sifatnya yang percobaan.

 

Pada bulan ke-delapan barulah Chang Chi-Man diumumkan kepada publik tepat sesudah operasi pembebasan kapal Australia yang dituliskan pada awal cerita ini. Ini adalah kejutan bagi dunia, munculnya pahlawan super yang tidak didominasi oleh negara tertentu. Pahlawan dengan nama a la asia dan kemampuan yang tiada dua. Delapan pemimpin negara besar dunia segera mengadakan pertemuan untuk membahas dukungan bagi program Chang Chi-Man yang pada intinya memberikan izin baginya untuk beraksi menumpas kejahatan global bila itu berlangsung di wilayahnya. Tidak butuh waktu lama bagi delapan negara besar ini untuk mendiktekan apa yang sudah dilakukannya agar diterima di ratusan negara lainnya. Akhirnya Chang Chi-Man memiliki izin tanpa batas untuk beroperasi di seluruh penjuru dunia. Berbagai korporasi juga bergabung dalam konsorsium untuk memasok berbagai perlengkapan yang dibutuhkan Chang Chi-Man. Dari kepala hingga mata kaki semuanya adalah produk terbaru dengan garansi seumur hidup. Chang Chi-Man menjadi fenomena menarik idaman media massa, karena dunia selalu butuh idola baru. Ia laksana “opium for the people” yang didengungkan Marx dahulu kala. Berbagai produk turunan dengan model Chang Chi-Man seperti boneka, komik, bantal, film animasi dan lain-lain menjadi incaran publik di manapun jua.

 

Jam sembilan malam, ia mendapat perintah baru. Misi kali ini adalah memadamkan upaya pemberontakan yang melibatkan rakyat miskin di sebuah negara kepulauan. Pemberontakan ini dirancang oleh aliansi Anarkis, Komunis, Sosialis dan Islamis (AKSI) dengan bertumpu pada dukungan mayoritas  rakyat miskin di negeri yang konon potensial menjadi besar itu. Aksi revolusi ini dikhawatirkan akan menghancurkan fundamental ekonomi negeri itu yang sebagian besar didanai dari pinjaman luar negeri dengan agunan sumber daya alam. Belum lagi ancaman nasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak luar negeri. Semua indikator ditambah data intelijen sudah memungkinkan bagi Chang Chi-Man untuk beraksi. Demi memadamkan pemberontakan ini maka ia harus menangkap para pemimpin aliansi AKSI. Chang Chi-Man segera terbang dengan kecepatan tinggi  ke ibukota negara kepulauan ini. Tak dinyana ia disambut oleh rakyat miskin bersenjatakan bambu runcing sebagai juru selamat. Mereka mengira kedatangannya untuk membantu revolusi ini. Namun tidak demikian dengan apa yang ada di pikiran para pemimpin AKSI. Mereka curiga Chang Chi-Man akan memadamkan pemberontakan, untuk itu mereka merancang jebakan maut dengan meminta robot itu berpidato di tengah kepungan massa. Chang Chi-Man belum mendapat momentum tepat untuk melaksanakan tugasnya, karenanya ia mencoba mengikuti alur yang ditawarkan orang-orang yang ingin ditangkapnya ini. Di depan podium sederhana ia kini berdiri, namun sesaat setelah ia menyentuh tiang mikropon yang sudah dialiri listrik bertegangan tinggi maka terlemparlah ia dan mengakibatkan gangguan pada sistem memorinya. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, para pemimpin AKSI membuka paksa topeng baja di kepala Chang Chi-Man dan , “Pak Nama?”seru seorang yang pertama melihat wajah itu. “Pak Per!”, seru seorang lagi yang juga menatap. Keduanya mengenali wajah ini dengan panggilan yang berbeda. Yang menyebutnya Pak Nama adalah bekas murid bela dirinya sedang yang memanggil Pak Per adalah mantan ketua ormas paramiliter yang kini keduanya bersekutu untuk menggelar revolusi.

 

Chang Chi-Man dibawa ke ruang interogasi oleh rakyat yang masih bingung akan apa yang terjadi. Disitu ia diikat rantai baja. Sekitar jam 10 malam, ia siuman. Dengan topeng yang terbuka dan kerusakan pada memorinya membuat ia tak bisa mengendalikan kekuatannya. Disini para pemimpin AKSI bergantian memeriksa sembari melakukan reindoktrinasi. Mereka membongkar ulang pemahaman Chang Chi-Man akan siapa dirinya di tengah dunia. Mereka menunjukkan bukti penunjang berupa dokumentasi kekejaman kapitalis global lewat para penguasa terhadap rakyat miskin.  Pada saat itu berlangsung, komunikasi dengan Pusat Kontrol memang terputus akibat meledaknya beberapa cip dalam tubuh Chang Chi-Man yang bertugas sebagai  pengirim dan penerima sinyal komunikasi.  Namun sebenarnya Chang Chi-Man memang dibuat dengan teknologi tinggi yang memungkinkan setiap perangkat dapat memperbaiki sendiri kerusakan yang dialami dengan durasi minimal satu jam tergantung dari tingkat kerusakannya. Dan sementara perbaikan swadaya berlangsung, indoktrinasi yang terjadi secara tidak sadar merasuk kedalam memori Chang Chi-Man. Akibatnya terjadi pemahaman baru bahwa ia hanya alat penghancur milik kapitalis global. Di saat yang tidak begitu lama, perbaikan setiap perangkat telah selesai dan komunikasi dengan Pusat Kontrol kembali berlangsung. Chang Chi-Man kembali bisa dikendalikan dan ia pun melepas rantai baja yang mengikatnya kemudian atas perintah Pusat Kontrol ia menangkap para pemimpin AKSI tanpa perlawanan berarti. Ia membawa ke empatnya menuju pelabuhan terdekat dan meminta kapal induk untuk segera merapat dan membawanya kembali ke Pusat Kontrol.

 

Jelang tengah malam mereka sudah berada di Pusat Kontrol. Para pemimpin AKSI digiring ke penjara, sedang Chang Chi-Man dibawa ke pusat perbaikan untuk mendeteksi kerusakan yang ada. Namun kini Chang Chi-Man telah berubah, ia bukan lagi Chang Chi-Man yang mutlak di bawah kendali Pusat Kontrol, ia kini bisa berpikir merdeka dan mendapati bahwa dirinya bukan lagi penjaga keamanan dunia melainkan penjaga kepentingan kapitalis global. Ia mengamuk dan menghancurkan segala yang ada didekatnya. Ini pemberontakan Chang Chi-Man.  Ia menuju Pusat Kontrol dan melumpuhkan semua penjaga serta menghukum mati para pengendali. Namun Pusat Kontrol punya kartu truf bila terjadi malfungsi. Mereka menekan tombol pemusnahan Chang Chi-Man. Dengan tombol itu maka akan terjadi kerusakan yang dilakukan oleh setiap perangkat dalam diri Chang  Chi-Man secara simultan dan otomatis. Mereka semua hancur secara bersamaan tepat semenit sebelum jam 12 malam. Dan keadaan ini memaksa para investor untuk menghentikan program Chang Chi-Man seraya menyebarkan kabar bahwa robot pahlawan itu hancur dalam ledakan yang dirancang oleh pemimpin AKSI. Berita ini mengguncangkan dunia sekaligus meredam nafsu pemberontakan di negeri kepulauan tadi. Dunia bersatu dalam duka, bendera setengah tiang dikibarkan sejak pukul 00:00 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

 

Ditulis pada tanggal 27 April 2016

Selesai jam  17:00 WIB

 

Iklan

Tuliskan Responmu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s