Berwisata Murah Meriah menyusuri Jalur Maribaya-Dago Pakar

Berwisata dizaman kini sudah menjadi kebutuhan. Di era yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan maka pikiran dan tubuh yang segar adalah suatu keharusan. Dan jalan menuju pikiran dan tubuh yang segar adalah dengan melakukan perjalanan wisata.

Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah, berwisata tidaklah harus mahal, sepanjang anda tidak berencana bepergian ke luar negeri tentunya.

Di negeri yang membentang luas ini, ada jutaan tempat yang bisa dijadikan tujuan wisata, baik yang sudah dikelola maupun yang belum tertata. Dan bisa jadi tempat tersebut ada di dekat daerah tempat tinggal anda.

Menentukan tujuan bepergian adalah cara untuk menekan anggaran perjalanan, dengan mengetahui daerah tujuan anda akan semakin memperkecil pengeluaran anda. Karena itu bila tujuan perjalanan sudah ditetapkan maka informasi apapun mengenai tempat tersebut menjadi sangat berguna.

maribaya

PERJALANANKU

Pada pergantian tahun 2012-2013 saya melakukan perjalanan wisata sebagai hadiah ulang tahun personal bagi tubuh dan pikiran saya. Setelah menentukan tempat maka saya mulai menggali data mengenai daerah tersebut. Ini penting untuk meminimalisir diri saya untuk tidak tersesat.

Awalnya saya ingin mendaki dan bermalam di Gunung Tangkuban Perahu, namun sesampainya di pintu gerbang gunung itu saya mendapati informasi yang sevelumnya tidak saya dapat, pengunjung hanya diperbolehkan mendaki dan kembali sebelum jam 17:30 WiB. Hal ini mengecewakan saya yang berusaha bermalam di puncak gunung.

Saya pun membatalkan niat bermalam di puncak Tangkuban Perahu. Kemudian saya kembali ke Lembang dan memutuskan bermalam di Maribaya. Dari Lembang saya menaiki angkot yang membawa saya pada dua pilihan di satu tempat; turun di Tempat Wisata Curug Omas atau di Maribaya. Tempat pertama saya kunjungi, namun sama seperti di Tangkuban Perahu, tempat ini sudah tutup sejak jam 17:00 WiB hal ini membuat saya mau tidak mau memilih tempat ketiga yang letaknya sekitar 200 meter kebawahnya.

Maribaya adalah tempat wisata yang dikelola Pemkab Bandung Barat, tiket masuknya hanya Rp 3.500.- dan ,ini yang paling penting, terbuka 24 jam sehari. Tersedia kamar penginapan dengan tarif Rp 100.00,- per malam dan juga kolam renang air belerang untuk menghangatkan badan anda dibawah penginapan.

Di tempat ini yang menjadi andalan adalah alamnya yang segar lengkap dengan beberapa air terjun serta pemandian air panasnya.  Untuk melengkapi bacaan anda bisa disimak video perjalanan saya di bawah ini.

RUTE MENUJU MARIBAYA

Karena saya tinggal di Tangerang maka ini rute yang saya tempuh. Dari Terminal Poris Pelawad saya naik bis Primajasa jurusan Kalideres-Bandung. Dengan tiket sebesar Rp 50.000,- saya  memilih tidur sampai di tujuan. Tak sampai 2,5 jam bis sudah sampai di Terminal Leuwipanjang.

Dari situ saya meneruskan perjalanan dengan menaiki bis jurusan Bandung-Indramayu via Subang. Ternyata jalur antar kota di Bandung jauh lebih lama dari jalur Jakarta-Bandung. Ditambah macet dan juga sekali jam makan siang supir maka perjalanan yang saya tempuh memakan waktu 3 jam. Saya turun di pertigaan Tangkuban-Maribaya-Subang.

Sampai disini menuju Maribaya dapat dicapai dengan angkot yang bayarannya Rp.3.000,- dan anda akan sampai di lokasi wisata Maribaya.

Patokan penting lainnya adalah. Bila anda ragu dengan jalan yang sedang ditempuh lebih baik bertanya kepada penduduk setempat karena potensi kerugian uang dan waktu anda bisa ditekan ketimbang bertanya kepada supir-supir angkot.

Iklan